Tim Olimpiade Fisika Indonesia atau TOFI harus puas membawa pulang dua medali emas dalam Olimpiade Fisika Asia VIII yang berlangsung di Shanghai, China. Meski demikian Indonesia boleh berbangga karena perolehan nilai tertinggi yang diraih pelajar Indonesia dan China hanya bersaing tipis sebesar 0,10 poin.
Tim nasional Indonesia yang mengirimkan delapan pelajar SMA ini juga mempersembahkan tiga medali perak, dua medali perunggu, dan satu honorable mention. Sementara itu, tim nasional China berhasil mendapat tujuh medali emas dan satu perak. Perolehan medali emas juga diraih Taiwan yang memperoleh tiga emas dan Singapura mendapat satu emas.
Dalam penutupan Olimpiade Fisika Asia VIII di Shanghai Science Hall, Sabtu (28/4), diumumkan bahwa China berhasil meraih gelar the absolute winner atau peserta yang mendapat nilai tertinggi diraih Yun Yang dengan total nilai 43,30 poin.
Penghargaan khusus lainnya diberikan untuk peraih ujian teori terbaik yang dicapai pelajar China dengan total nilai 29,20 dan peraih nilai terbaik ujian eksprimen jatuh ke Taiwan dengan total nilai 18,60. Selain itu ada juga penghargaan khusus untuk peserta perempuan yang meraih nilai tertinggi yang jatuh ke pelajar dari Australia, serta peserta pendatang baru terbaik diberikan kepada pelajar dari Srilanka.
Perolehan nilai tertinggi Indonesia yang diraih M Firmansyah Kasim dengan nilai total 43,20 membuat siswa kelas satu SMA Athirah Makasar ini berada di urutan kedua untuk perolehan nilai tertinggi dari seluruh peserta yang berjumlah lebih dari 150 pelajar SMA dari 24 kontingen (22 negara ditambah Hong Kong dan Makau). Firman diunggulkan sejak pelatihan TOFI di tanah air bersama Rudy Handoko Tanin (SMA Sutomo 1 Medan) yang juga berhasil mempersembahkan emas dengan nilai total 38,30 poin.
Adapun medali perak dipersembahkan Musawwadah Mukhtar (SMA Negeri 78 Jakarta) dengan total nilai 37,10 poin, David Halim (SMA Xaverius Bandar Lampung) dengan total nilai 37,10, dan Ivan Gozali (SMA Kanisius Jakarta) yang meraih nilai 33,95). Sedangkan medali perunggu dipersembahkan Yosua Michael Maranatha (SMA Negeri 3 Yogyakarta) dengan nilai 31,00 poin dan Adam Badra Cahaya (SMA Negeri 1 Jember) dengan nilai 29,30 poin. Yang mendapat honorable mention adalah Sandy Adhitia Ekahana (SMAK 1 Penabur Jakarta).
Olimpiade Fisika Asia kembali akan digelar tahun depan di Mongolia. Rombongan pelajar Indonesia kembali ke Tanah Air Minggu (29/4) malam.
(Sumber : Kompas)