Dikmenti DKI Jakarta Maximus Dinas Dikdas DKI Jakarta MGMP IPA DKI
   Calculator
:: Pencarian ::
   
   
:: Login ::
 
Username
Password
 
Register | Lupa Password
 
:: Content ::
   
  Direktori Sekolah
Laporan Eksekutif
Test Diagnostik
e-Learning
SIMS
Web Mail
e-mail
Forum
Chatting
   
 
:: Polling ::
   
 
Fasilitas apa yang paling anda suka pada website ini ?
email antar sekolah
Forum
Chatting
Kenalan baru
 
 
 
Anda pengunjung ke:694049
Pengunjung hari ini : 53
   
     
  Oksigen Terdeteksi di Awan Antarbintang  
     
 
Para ilmuwan selangkah lebih dekat untuk menguak asal-usul terciptanya bintang. Jalan untuk memahami proses pembentukan bintang dengan mempelajari komposisi  kimia di awan antarbintang, tempat terbentuknya bintang, makin jelas dengan ditemukannya jejak molekul oksigen di sana.
Molekul oksigen ditemukan di awan antarbintang bernama rho Oph A yang terletak di rasi bintang Ophiuchus pada jarak 500 tahun cahaya dari Bumi. Meski jumlahnya ribuan kali lebih sedikit daripada perkiraan, penemuan ini sangat berarti karena setidaknya menjawab satu rahasia alam semesta bahwa oksigen terbukti ada saat pembentukan bintang. 

Awan antarbintang merupakan embrio terbentuknya bintang baru yang berupa gas berkepadatan tinggi dan memiliki massa hingga ribuan kali massa matahari. Karena kerapatannya tinggi dan bermassa besar, gravitasi mendominasi dinamika internal awan gas tersebut. Secara perlahan awan akan runtuh dan secara tiba-tiba memadat ke arah pusat dan proses pembentukan bintang dimulai.

Sejumlah pakar astrokimia sejak lama berpendapat bahwa molekul-molekul pembentuk kehidupan seperti air dan oksigen sangat melimpah di awan antarbintang yang kerapatannya tinggi. Model komputasi yang dikembangkan menunjukkan molekul-molekul oksigen cukup mendominasi komposisi awan antarbintang pada awal terbentuknya bintang. Oksigen diperkirakan berperan menyebarkan energi panas yang terbentuk saat awan memadat yang merupakan tahap awal terbentuknya bintang. 

Berbagai usaha untuk mendeteksi jejak oksigen dilakukan dari observatorium Bumi, balon udara, maupun dari ruang angkasa. Namun, selalu gagal dan baru kali ini berhasil dilakukan para peneliti gabungan dari Swedia, Kanada, Prancis, dan Finlandia menggunakan orservatorium ruang angkasa Odin yang mengorbit Bumi. Odin yang diluncurkan sejak 20 Februari 2001 ke orbit di ketinggian 600 kilometer dilengkapi teleskop radio berdiameter 1,1 meter yang beroperasi pada rentang gelombang milimeter dan submilimeter.

Molekul oksigen terdeteksi pada pengamatan selama 33 hari yang dilakukan antara Agustus 2002 hingga Februari 2006. Hasil analisisnya akan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah mingguan Astronomy and Astrophysics

Sumber : Kompas

 
 
     
  << Back to Home  
 
SMART FM For Rent For Rent For Rent

Copyright © 2006. e-edukasi.com. Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian tampilan dan atau isinya dalam bentuk maupun media apapun tanpa izin tertulis dari e-edukasi.com